Barcelona (ANTARA News) - Chelsea menahan serangan gencar Barcelona di sini Selasa ketika tim Catalan yang terluka itu berupaya pulih dari kekecewaan domestik setelah mencapai final ketiga Liga Championsnya dalam empat musim.

Penyandang gelar -- dikejutkan dengan kekalahan 1-0 dari Chelsea pada leg pertama semifinal minggu lalu -- menyempurnakan minggu yang harus dilupakan Sabtu ketika kalah 2-1 dari Real Madrid di Camp Nou yang berarti secara efektif menyerahkan gelar domestiknya kepada musuh bebuyutannya, lapor AFP.

Chelsea berharap akan mengeksploitasi efek mengancam dari kekalahan traumatis Sabtu dari Real Madrid ketika mereka mencoba untuk membalas dendam penyingkiran menyakitkan dari Barca pada babak yang sama tiga tahun lalu.

Pelatih Barcelona Pep Guardiola menolak memencet tombol panik setelah timnya kalah dari Real Madrid, menyatakan keyakinannya bahwa para pemainnya akan mampu bangkit sendiri lagi menghadapi kedatangan Chelsea.

"Kita akan lihat Selasa apakah dua kekalahan ini telah mempengaruhi kita, kita harus istirahat sekarang dan kemudian membangkitkan diri kita sendiri dan melihat apakah kita dapat menemukan cara mengalahkan barisan fisik seperti Chelsea," kata Gurdiola.

Guardiola, namun, mengakui bahwa Chelsea, yang mengistirahatkan delapan pemain yang bermain di leg pertama Sabtu melawan Arsenal yang berakhir 0-0, kemungkinan menjadi yang lebih segar dari kedua tim.

"Mereka telah mampu mengistirahatkan sejumlah pemain dan kami tidak, namun seperti yang saya katakan kami akan beristirahat sejenak dan mulai lagi," kata Guardiola.

"Saya belum kecewa dengan permainan kami dalam dua kekalahan ini dan kami akan melupakannya sekarang dan bersiap untuk hari Selasa."

Barcelona unggul 70 persen dalam penguasaan bola, menghantam tiang gawang dua kali dan mengukir tiga kesempatan mencetak gol yang mereka biasanya diharapkan menceploskannya dengan mudah.

Tembakan tunggal Chelsea ke sasaran terbukti menjadi kemenangan paruh pertama Didier Drogba, mencetak gol dari serangan balik sesudah kesalahan yang dibuat Lionel Messi.

Pelatih sementara Chelsea Roberto Di Matteo menghadapi skala tugas di hadapan barisannya yang bukan ilusi.

"Ini akan menjadi permainan dengan intensitas tinggi, secara mental juga, dengan tekanan," kata Di Matteo. "Setiap pemain yang akan bermain di lapangan beresiko."

Namun Di Matteo berharap bahwa dorongan warga senior Chelsea -- John Terry, Frank Lampard, Ashley Cole, Petr Cech dan Drogba semuanya hebat di leg pertama -- meramal dengan baik Selasa.

"Ambisi pribadi para pemain ini tersalurkan dalam permainan ini," kata Di Matteo. "Anda dapat melihat dorongan dan juga kualitas yang dimiliki para pemain ini.

"Mereka ingin menunjukkannya dan saya rasa ada kelompok pemain yang bagus di sini yang telah menunjukkannya di masa lalu dan sekarang terus menunjukkan kekuatan besar mereka."

Pemain dengan penampilan menonjol lain pada leg pertama adalah Gary Cahill, yang akhirnya menunjukkan kondisi semacam itu hingga membujuk klub untuk  mengontraknya dari Bolton pada Januari seharga 7 juta pound.

Cahill senang dengan kondisinya namun berharap dia akan meningkatkan permainannya ke tingkat yang lebih tinggi untuk menahan tekanan tiada henti Barcelona pada Selasa.

"Saya rasa kami memerlukan hal yang sama untuk leg kandang: sedikit elemen keberuntungan, pertahanan secara unit keseluruhan setiap orang berpegang pada tugas mereka dan tingkat konsentrasi," kata Cahill.

"Semalam lagi, saya rasa secara fisik saya telah berlarian lebih banyak dalam permainan, tetapi tingkat konsentrasi harus tak terbayangkan tinggi dan itulah yang anak-anak semua lakukan. Jadi kami membutuhkan itu lagi," kata Cahill, yang belum pernah bermain di Camp Nou.

"Jelas, saya belum pernah bermain di sana, namun anak-anak memberitahu saya bahwa lapangannya besar sekali," katanya.

"Ini sulit karena akan ada banyak ruang di sana dan para pemain yang fantastis mengisinya. Kami tahu betapa sulitnya nanti namun kami datang kesana untuk memberikan semuanya dan dengan awal yang bagus.Source