Thursday, June 28, 2012

Di Ruang Ganti, Pemain Jerman Menangis


 

WARSAWA, KOMPAS.com - Pelatih Jerman, Joachim Loew, mengaku kecewa dengan kegagalan anak asuhnya lolos ke babak final Piala Eropa setelah diempaskan Italia 1-2 di laga semifinal, Kamis atau Jumat (29/6/2012). Dia mengaku bahwa dirinya dan para penggawa "Der Panzer" tak kuasa menahan air mata di kamar ganti usai laga tersebut.

"Di ruang ganti, air mata mengalir. Semua hening, tidak ada yang berkata apa-apa, karena kami sangat kecewa. Tetapi, seharusnya memang kami tidak harus mempertanyakan apa kesalahan kami, karena tim telah bermain baik dalam turnamen ini," ujar Loew.

Namun, Loew mencatat, salah satu kelemahan yang membuat timnya gagal karena barisan belakang yang dikomandoi Philipp Lahm tampil tidak tenang. Menurutnya, dua gol Italia yang dicetak Mario Balotelli di babak pertama terjadi karena kesalahan di lini pertahanan.

"Tetapi, tim mampu bangkit di babak kedua. Namun, Italia telah unggul 2-0, jadi sangat sulit untuk membalikkan keadaan dalam laga tadi," kata Loew.

Kegagalan Jerman memang menyakitkan. Maklum saja, selain disebut-sebut sebagai tim favorit juara, Jerman juga mampu mencapai semifinal dengan rekor sempurna. Apalagi, dengan kekalahan ini, Jerman belum mampu memecahkan catatan tidak pernah menang dari "Gli Azzurri". Kini, mereka mencatatkan rekor taka pernah menang dalam delapan laga pertemuan di turnamen resmi.
Source

Gol Balotelli, Persembahan untuk Ibu Tersayang


 

WARSAWA, KOMPAS.com - Ada pemandangan yang tak biasa usai peluit tanda berakhirnya laga semi final Jerman versus Italia di Stadion Nasional Warsawa, Kamis (28/6/2012), dibunyikan oleh wasit asal Perancis, Stephane Lannoy. Mario Balotelli, striker yang menjadi pahlawan "Gli Azzurri" dalam laga ini tak ikut-ikutan dalam euforia kemenangan bersama rekan-rekannya di lapangan.

Super Mario, begitu dia kerap disebut, justru berjalan ke arah bangku penonton. Ternyata, dia menemui ibunya, Silvio Balotelli, yang ikut menonton aksi timnya dalam laga ini.

Ketika ditanya mengenai tindakannya ini, striker andalan Manchester City itu pun dengan bangga mengatakan bahwa dua gol yang dibukukannya dalam kemenangan 2-1 atas Jerman itu didedikasikannya untuk ibunya tersayang.

"Kesan apa yang akan saya ambil dari pertandingan ini? Ketika saya mendatangi ibu dan mengatakan 'gol-gol ini untukmu'. Saya menunggu waktu ini begitu lama, terutama sejak ibu saya datang ke sini. Saya ingin membuatnya bahagia," ungkapnya seperti dilansir The Sun.

Tak butuh waktu lama-lama. Balotelli mencetak dua gol dalam laga ini hanya dalam waktu 37 menit berkat bola sodoran Antonio Cassano dan juga umpan panjang Ricardo Montolivo. dua gol inilah yang mengantarkan pasukan Cesare Prandelli menuju final untuk menantang Spanyol di Donetsk Ukraina, Minggu (1/7/2012).

Pemain berusia 21 tahun ini pun mengaku sangat gembira. Namun, dia menyadari bahwa tim harus tetap tenang dalam menghadapi tim juara dunia dan juara bertahan Eropa itu. Italia, lanjutnya, sudah memiliki bekal pengalaman menghadapi Iker Casillas dan kawan-kawan dalam laga perdana penyisihan Grup C Piala Eropa 2012 di Gdansk, Minggu (10/6/2012). Saat itu, Italia berhasil menahan Spanyol 1-1.

"Ini adalah malam terindah dalam hidup saya namun saya berharap laga pada hari Minggu lebih baik. Saya tak peduli jika saya bermain dengan buruk, sepanjang kita memberikan yang terbaik. Kami harus tenang, tidak frustasi dengan penguasaan bola Spanyol dan tetap memainkan gaya sepak bola kami," katanya.

"Jangan lupa bahwa kami adalah satu-satunya tim yang berhasil mencetak gol melawan Spanyol sejauh ini. Kami membuktikan bahwa kami seimbang dengan mereka, jika tidak lebih baik. Kami telah menjadi salah satu dari dua tim terbaik di turnamen ini. Dapatkah kami menang? Saya akan mengatakan kepada Anda pada hari Minggu," tandasnya.
Source

Wednesday, June 27, 2012

Lewat Adu Penalti, Spanyol Pulangkan Portugal


 

DONETSK, KOMPAS.com — Spanyol melaju ke final Piala Eropa setelah menang adu penalti 4-2 atas Portugal pada laga semifinal di Donbass Arena, Donetsk, Rabu (27/6/2012). Adu penalti dilakukan karena kedua kubu bermain 0-0 hingga akhir babak tambahan.

Berikut ini adalah urutan eksekutor penalti.

0-0  Xabi Alonso (Spanyol) - gagal - tembakan ke kanan bawah gawang ditepis Rui Patricio

0-0 Joao Moutinho (Portugal) - gagal - tembakan ke kanan bawah gawang ditepis Iker Casillas

0-1 Andres Iniesta - gol - tembakan ke kiri bawah gawang

1-1 Pepe - gol - tembakan ke kanan bawah gawang

1-2 Gerard Pique - gol - tembakan ke kanan bawah gawang

2-2 Nani - gol - tembakan ke kanan atas gawang

2-3 Sergio Ramos - gol - tembakan ke tengah gawang

2-3 Bruno Alves - gagal - tembakan mengenai mistar gawang

2-4 Fabregas - gol - tembakan masuk setelah mengenai tiang kanan gawang

Spanyol mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan mengalirkan serangan hingga tuntas. Mereka belum menemukan solusi ketika Portugal menyelipkan serangan yang berujung tembakan Ronaldo pada menit ke-24.

Tembakan Ronaldo meleset dari sasaran, tetapi Portugal cukup mampu mempertahankan tekanan mereka. Meski lama dan tak sampai berada dalam situasi sangat berbahaya, Spanyol sempat kerepotan mengatasi tekanan Portugal.

Menjelang menit ke-30, Spanyol baru bisa keluar dari tekanan Portugal dan melancarkan serangan. Usaha kali ini membuahkan tembakan dari Andres Iniesta, yang meleset dari sasaran.

Portugal bergerak cepat membalas. Setelah merebut bola dari Jordi Alba, Joao Moutinho mengirimkan bola kepada Ronaldo. Ronaldo kemudian melepaskan tembakan yang membuat bola melesat ke sisi kanan gawang Iker Casillas.

Setelahnya, permainan berjalan lebih terbuka. Namun, kedua kubu sama-sama tak menemukan solusi, sampai peluit turun minum berbunyi.

Pertandingan di babak kedua berlangsung lebih terbuka. Spanyol tampak mencoba bermain lebih lugas dan Portugal mempertahankan agresivitasnya. Namun, mereka sama-sama kesulitan menciptakan ruang tembak dan peluang.

Hugo Almeida mencoba memecah kebuntuan dengan tembakan dari jarak sekitar 23 meter pada menit ke-58, tetapi tembakannya melesat ke atas gawang Spanyol.

Usaha berikutnya dilakukan Spanyol melalui Xavi pada menit ke-68. Namun, tembakannya mengarah tepat ke Rui Patricio.

Portugal membalas itu dengan dua eksekusi tendangan bebas pada menit ke-73 dan ke-84. Namun, keduanya melesat ke atas gawang Casillas.

Menjelang injury time, Ronaldo kembali mendapatkan kesempatan dan gagal memanfaatkannya. Menguasai bola tanpa pengawalan berarti di dalam kotak penalti, ia melepaskan tembakan yang melambung jauh dari sasaran.

Spanyol tampak lebih baik di babak kedua. Selain bisa mencegah lawan bergerak menyerang, mereka juga lebih konsisten mengalirkan serangan hingga tuntas.

Pada menit ke-96 dan ke-104, misalnya, Andres Iniesta melepaskan tembakan. Sementara usaha pertamanya diblok Bruno Alves, percobaan keduanya dijinakkan Rui Patricio.

Pada menit ke-110 dan ke-111, Cesc Fabregas dan Jesus Navas juga mencoba mencetak gol. Sementara tembakan Fabregas diblok Bruno Alves, tembakan Navas kandas di tangan Patricio.

Portugal sendiri beberapa kali mencoba menyelipkan serangan. Namun, usaha mereka banyak kandas di tengah jalan. Setelahnya, mereka kesulitan menutup ruang sehingga beberapa kali hampir kebobolan.
Menurut catatan UEFA, hingga akhir babak tambahan, Spanyol menguasai bola sebanyak 45 persen dan menciptakan lima peluang emas dari 11 kali usaha. Adapun Portugal melepaskan dua tembakan akurat dari sepuluh kali percobaan.

Susunan pemain:

Portugal (4-3-3):


12-Rui Patricio; 2-Bruno Alves, 3-Pepe, 5-Fabio Coentrao, 21-Joao Pereira; 4-Miguel Veloso (6Custodio Dias de Castro 105), 8-Joao Moutinho, 16-Raul Meireles (18-Varela 113); 7-Cristiano Ronaldo, 9-Hugo Almeida (11-Nelson Miguel Castro Oliveira 81), 17-Nani

Spanyol (4-3-3):

 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba, 17-Alvaro Arbeloa; 16-Sergio Busquets, 14-Xabi Alonso, 8-Xavi (17-Pedro 87); 6-Andres Iniesta, 11-Alvaro Negredo (10-Cesc Fabregas 54), 21-David Silva (22-Jesus Navas 60)
Source

Spanyol Melaju Ke Final


 

KOMPAS.com — Para pemain Spanyol langsung bersorak ketika tendangan penalti Bruno Alves membentur mistar gawang Iker Casilas. Teriak kegembiraan itu makin tak tertahankan saat tendangan penalti Cesc Fabregas mengenai tiang kanan dan melesak ke dalam gawang Rui Patricio. Mimpi Spanyol meraih hattrick juara mendekati kenyataan.

Adu tendangan penalti kedua di Piala Eropa 2012 kembali digelar untuk menentukan pemenang antara Spanyol dan Portugal. Laga alot tanpa gol selama 120 menit memaksa kedua tim menguji keberuntungan.

Tendangan pertama Spanyol oleh Xabi Alonso dan Portugal oleh Joao Moutinho berhasil digagalkan oleh kiper lawan. Keadaan menjadi tegang ketika dua tendangan penalti kedua tim berhasil menjadi gol. Andres Iniesta dan Gerard Pique menjadi algojo Spanyol. Pepe dan Luis Nani menjadi algojo Portugal.

Namun, Spanyol menjadi di atas angin ketika tendangan Sergio Ramos berbuah gol dan tendangan Alves gagal. Fabregas akhirnya menjadi penentu kemenangan Spanyol dengan gol yang mengubah skor menjadi 4-2.

Dengan kemenangan ini, Spanyol maju ke final dan impian mereka untuk meraih tiga gelar juara turnamen utama, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012, hampir menjadi kenyataan. Di final, tim "La Furia Roja" akan menantang pemenang antara Jerman dan Italia di semifinal kedua.

Bagi Portugal, kekalahan ini menambah panjang daftar kegagalan mereka merebut gelar juara Piala Eropa.

Berlangsung alot


Permainan Spanyol melawan Portugal berlangsung alot sejak babak pertama sampai perpanjangan waktu. Di babak pertama, permainan tiki-taka Spanyol sering terbentur tembok pertahanan Portugal yang berlapis. Setiap kali Spanyol menyerang, delapan sampai sembilan pemain Portugal turun ke belakang membentuk dua tembok guna menghentikan laju bola.

Siapa pun yang membawa bola selalu dikepung dua sampai tiga pemain bertahan sehingga serangan Spanyol kerap mentah sebelum masuk kotak penalti.

Peluang terbaik didapat oleh Alvaro Arbeloa pada menit kesembilan, setelah mendapat umpan dari Andres Iniesta. Meskipun dibayangi dua bek, Arbeola memiliki sudut tembak yang terbuka, tetapi tendangannya ke atas mistar.

Sebaliknya, Portugal memaksakan tempo permainan cepat melalui serangan dari sayap oleh Ronaldo dan Nani. Umpan silang Ronaldo kepada Nani pada menit ke-13 hampir berbuah gol, tetapi Casilas lebih dulu menangkap bola.

Di babak kedua, Portugal bermain lebih keras untuk menghalau serangan Spanyol. Empat kartu kuning dikeluarkan bagi bek dan gelandang Portugal.

Dari sisi Portugal, Hugo Almeida dan Ronaldo juga memiliki beberapa peluang melalui serangan balik dan tendangan bebas, tetapi semuanya masih di atas mistar gawang. Kedudukan imbang 0-0 membuat perpanjangan waktu diterapkan.

Peluang emas diciptakan oleh Jordi Alba pada menit ke-104 melalui tusukan ke kotak penalti dan umpan ke Iniesta. Namun, tendangan lemah Iniesta masih dapat ditepis kiper Rui Patricio. Pada menit ke-110, Jesus Navas sempat berhadapan dengan kiper, tetapi tendangannya dapat ditahan Patricio dan skor tetap 0-0 sampai menit ke-120.
 Source

Tuesday, June 26, 2012

Capello: Rooney Cuma Paham Bahasa Skotlandia


 

MILAN, KOMPAS.com - Wayne Rooney pernah mengkritik cara melatih Fabio Capello di timnas Inggris. Kini, "Don Fabio" yang balas "menyerang".

"Setelah melihat pertandingan terakhirnya, saya pikir Rooney hanya mengerti Bahasa Skotlandia. Maklum saja, itu karena ia lama bermain di Manchester United," ucap Capello yang dikutip Football Italia.
Skotlandia adalah negara asal Sir Alex Ferguson, pelatih MU yang sudah lebih dari dua dekade membesut klub itu.

Pekan lalu, Wazza --panggilan Rooney-- mengaku lebih senang dilatih Roy Hodgson di timnas Inggris. Menurutnya, ada informasi yang tak tersampaikan karena perbedaan bahasa yang dipakai Capello saat memberikan instruksinya. Hal itu dikatakan Rooney setelah "The Three Lions" lolos dari penyisihan grup. Namun ironisnya, tim "Tiga Singa" kandas di perempat final setelah disikat 4-2 lewat adu penalti oleh Italia, negara asal Capello.

Karma telah bicara dan Rooney pun harus menelan pil pahit untuk kesekian kalinya bersama Inggris gugur di fase knock-out turnamen besar. Entah dengan cara apa Rooney harus mengenyahkan nasib naas itu.
Source

Monday, June 25, 2012

Ozil Haram Minum Coca-Cola


Selain faktor ketajaman trisula mautnya: Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gonzalo Higuain, keberhasilan Real Madrid mengantongi gelar La Liga di musim ini tak lepas dari peranan yang dilakukan gelandang serang muda Jerman, Mesut Ozil yang menjadi top assist dengan jumlah 17 kali dari 35 partai.

Konsistensi penampilan apik mantan playmaker Werder Bremen berusia 23 tahun ini tak lepas dari beragam faktor. Menurut ayah sekaligus agen Ozil, Mustafa Ozil, kesuksesan anaknya tak lepas dari kedekatannya dengan dua punggawa Los Blancos lainnya: Sami Khedira dan Sergio Ramos.

Menurut Mustafa, Ozil kerap mengundang Ramos dan Khedira ke rumahnya untuk makan bersama. Pasalnya, Ozil sering memasak makanan bagi kedua temannya itu. Mustafa memberi bocoran jika makanan kesukaan Ramos dan Khedira adalah mie goreng yang ditambahi dengan bawang putih, tomat, dan telur.

Selain soal kedekatan tersebut, Mustafa menyebutkan jika rahasia fitnya kondisi fisik Ozil saat bermain Los Blancos adalah program diet yang hanya memberikan kesempatan baginya memakan ikan dua kali dalam seminggu. Tak hanya itu, dalam program diet tersebut Ozil dilarang meminum Coca-Cola. Hasilnya? Otot Ozil bertambah empat kilogram.

Selain soal keunggulan, Mustafa pun mengakui jika Ozil masih harus memperbaiki dan meningkatkan unjuk kinerjanya di lapangan hijau. Selain jumlah gol, Mustafa menilai Ozil masih lemah dalam hal screening ball atau menjaga bola dari pemain lawan.(MEG/Marca)

Cara Fans Inggris Ganggu Fokus Italia





KYIV, KOMPAS.com - Sebuah gambar menarik muncul pascalaga perempat final antara Inggris versus Italia di Stadion Olympiade Kyiv, Minggu (24/6/2012). Dalam pertandingan tersebut, "The Three Lions" secara dramatis tersingkir setelah kalah 2-4 atas Italia.

Seperti dilansir The Sun, tampaklah dua orang suporter Inggris di belakang gawang tempat adu penalti dilangsungkan. Keduanya tampak mengenakan kostum kiper Inggris dan salah satunya diyakini sengaja memelorotkan celananya untuk memecah konsentrasi para pemain Italia.

Gambar itu diambil saat eksekutor terakhir "Gli Azzurri", Alessandro Diamanti, berhasil melesakkan gol penalti ke gawang Joe Hart. Sejauh ini, belum ada kepastian mengenai kebenaran foto yang ramai dibicarakan di situs jejaring sosial tersebut.

Sejumlah pihak menilai, foto itu hasil rekayasa. Ketika dicari kebenarannya, salah satu sumber yang tak disebut namanya mengatakan, dua suporter itu telah mengganti bajunya dengan kostum West Ham United seusai penalti Diamanti.
Source

Sunday, June 24, 2012

"Italia Sukses Kunci Rooney"





KYIV, KOMPAS.com - Bek Italia Leonardo Bonucci menggelar rahasia kemenangan timnya atas Inggris, Minggu atau Senin (25/6/2012) dinihari WIB. Intinya, "Gli Azzurri" sukses mengisolasi Wayne Rooney.

"Kami berhasil mengurung Rooney. Dia juga terkucil dengan taktik yang dipakai Inggris. Akhirnya, dia malah sering turun menjemput bola. Itu membuatnya lelah," ujarnya pada Football Italia.
Di atas lapangan, "La Nasionale" memang unggul absolut dalam hal penguasaan bola. Hal diamini benar oleh Bonucci.

"Italia memang jauh lebih pantas lolos ke semifinal. Kami lebih kompak dan berhasil menciptakan lebih banyak peluang," ujar gelandang Juventus itu.

Jerman sudah di depan mata dan Bonucci sadar hal tersebut.

"Kami harus terus fokus dan perlu segera memulihkan kebugaran untuk partai semifinal. Kami akan hadapi Mario Gomez dan kawan-kawan nanti seperti saat kami sukses mengunci Rooney, (Danny) Welbeck, dan (Andy) Carrol," tandas Bonucci.

Thursday, June 21, 2012

Ronaldo: Peluang Portugal ke Final 50-50


 

Gelandang Portugal, Cristiano Ronaldo, mengatakan peluang timnya masuk final Piala Eropa 2012 adalah 50-50.

"Mimpi besar kami adalah masuk final. Kami punya skuad yang hebat dan sekarang aku bisa mengatakan peluang kami adalah 50-50 dan kami harus yakin," ujar Ronaldo.

Hal tersebut disampaikan Ronaldo setelah Portugal menang 1-0 atas Ceko, di babak perempat final, di Stadion Nasional Warsawa, Kamis (21/6/2012). Gol semata wayang itu dicetak Ronaldo pada menit ke-79.
Di semifinal, Portugal akan bertemu Spanyol atau Perancis.
Source

Wednesday, June 20, 2012

Spanyol Fenomenal, Rooney Akhiri Paceklik 673 Menit


 

KOMPAS.com - Spanyol memang fenomenal sepanjang Euro 2012 kendati sempat beberapa kali tersendat. Yang pasti, Wayne Rooney juga turut menuntaskan dahaganya selama ratusan menit. Untuk?

* Spanyol adalah tim terbanyak yang melakukan umpan di Euro 2012 (2.289 kali). "La Seleccion" unggul 662 umpan dari Perancis.

* Terakhir Spanyol meraih minimal tujuh poin di babak penyisihan grup, mereka menjuarai Euro. Parameternya adalah Euro 2008 saat Spanyol mengepak sembilan angka di fase penyisihan grup.

* Spanyol memiliki penguasaan bola lebih banyak dari lawannya dalam 58 pertandingan terakhir. Terakhir di bawah itu adalah saat final Euro 2008 melawan Jerman. Saat itu "La Furia Roja" menguasai 46,2 persen pertandingan.

* Kiprah Republik Irlandia berakhir dengan kebobolan sembilan gol. Hanya Yugoslavia yang punya rekor kebobolan lebih banyak pada 1984: 10 gol.

* Irlandia menjadi tim kesepuluh yang mengakhiri penyisihan grup tanpa satu poin pun. Mereka menjadi tim kedua di Euro 2012 setelah Belanda.

* Empat dari enam juara Euro terakhir berstatus runner-up grup.

* Wayne Rooney mengakhiri puasa gol 673 menit bersama timnas dalam turnamen besar, setelah mencetak gol semata wayang kemenangan Inggris ke gawang Ukraina.

* Euro 1996 adalah putaran final terakhir dimana Inggris menjuarai grup. "The Three Lions" mengulanginya di Ukraina dan Polandia saat ini.

* Empat tuan rumah (Austria, Swiss, Ukraina, dan Polandia) dalam dua Euro terakhir tuntas di penyisihan grup.

* Inggris memenangi enam laga pada 2011/12 dengan skor 1-0. Mereka tak pernah memenangi pertandingan lebih dari empat gol dalam satu musim.

* Empat dari lima gol Inggris di Euro 2012 berasal dari umpan tarik.

* Karim Benzema sekarang memiliki koleksi 17 tembakan tanpa gol satu pun di Euro 2012. Terbanyak di antara pemain lainnya.
Source

Tuesday, June 19, 2012

Blokhin: Apa Gunanya Lima Wasit?


 

DONETSK, KOMPAS.com - Pelatih Ukraina, Oleg Blokhin, berang dengan ofisial pertandingan yang tidak mengesahkan gol timnya saat ditekuk 0-1 oleh Inggris, Selasa (19/6/2012).  Bahkan, dia mempertanyakan kinerja lima wasit dalam pertandingan tersebut.

Setelah tertinggal oleh gol Wayne Rooney pada menit ke-48, Ukraina memiliki kesempatan emas untuk mencetak gol balasan 14 menit kemudian.

Dari sebuah serangan balik Ukraina, Marko Devic, memiliki kesempatan besar mencetak gol karena tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Joe Hart. Tembakan Devic memang sempat ditepis Hart. Namun, bola sapuan Hart tetap mengarah ke gawang yang kosong.

Saat pemain Ukraina bakal bergembira menyambut gol penyeimbang itu, tiba-tiba John Terry menyapu bola keluar dari gawang Inggris. Asisten wasit yang berada di samping gawang tidak mengesahkan gol tersebut. . Padahal, dalam tayangan ulang terlihat jelas bola yang dihalau Terry telah melewati garis gawang.

"Kami mencetak gol murni pada menit ke-63 dan bola telah melewati garis gawang beberapa sentimeter. Apa yang bisa saya katakan? Ada lima wasit dalam lapangan dan bola telah melewati garis gawang," tandas Blokhin.

Padahal, Senin (18/6/2012), Presiden UEFA Michel Platini sempat memuji kinerja lima wasit yang baru kali ini diaplikasikan dalam Euro 2012.

"Mengapa harus memakai lima wasit? Devic jelas menciptakan gol dan saya tidak tahu mengapa gol itu tidak disahkan. Kami bernasib buruk malam ini karena bola tidak mau masuk ke gawang dan Inggris beruntung mencetak gol," lanjutnya.

Saking tingginya temperamen, Blokhin juga sempat naik pitam di hadapan para jurnalis.
source

Satu Laga Lagi, Shevchenko Pensiun


 

DONETSK, KOMPAS.com - Penyerang Ukraina, Andriy Shevchenko, mengatakan ingin memainkan satu pertandingan lagi dan setelah itu gantung sepatu. Namun, ia mengaku belum memutuskan pertandingan seperti apa yang akan menandai penampilan terakhirnya.

Shevchenko mengatakan itu setelah Ukraina kalah 0-1 dari Inggris, pada matchday ketiga (terakhir) Grup D Piala Eropa, di Donetsk, Selasa (19/6/2012). Ukraina pun finis di peringkat ketiga dengan tiga poin, kalah satu angka dari Perancis dan empat angka dari Inggris.

"Aku akan memainkan satu laga terakhir. Pertandingan itu akan menjadi final bagiku. Mungkin pertandingan persahabatan, tetapi aku belum mengambil keputusan. Aku akan bicara dengan beberapa orang dan meminta mereka merancang pertandingan seperti itu," ujar Shevchenko.

"Aku ingin berterima kasih kepada semua suporter atas dukungan yang mereka berikan kepadaku dalam pertandingan ini, seluruh perjalanan karierku dan selama Piala Eropa."

"Menurutku hadiah terbaik yang bisa diterima pesepak bola adalah ketika suporter gembira melihat Anda, saat mereka gembira dfengan apa yang Anda lakukan. Dengan hati dan energi, aku selalu berusaha melakukan yang terbaik. Mungkin, itu alasan suporter selalu memberikan sambutan baik kepadaku dan mencintaiku."

"Menurutku, sekarang waktunya memberi kesempatan kepada pemain-pemain baru. Ukraina punya masa depan hebat, dan kami kembali menunjukkan itu hari ini (melawan Inggris)."

"Andriy Yarmolenko, Yevhen Konoplyanka, Denys Garmash, dan Yaroslac Rakitsky, mereka semua adalah pemain-pemain muda dan sangat bagus mereka mendapatkan banyak pengalaman dari pertandingan-pertandingan (Piala Eropa 2012) ini," tuturnya.
source

Monday, June 18, 2012

Gerrard: Rooney Tak Sabar Turun Gelanggang


 

DONETSK, KOMPAS.com — Kapten Inggris, Steven Gerrard, memperingatkan lawan terakhirnya, Ukraina, jika striker andalan "The Three Lions" siap "dilepas dari kandangnya", Selasa (19/6/2012). Benar, Wayne Rooney sudah tak sabar ingin turun gelanggang setelah masa skorsing dua pertandingannya selesai.

"Setiap orang tahu siapa Wayne Rooney. Ia akan menjadi ancaman tersendiri (bagi lawan) di lini depan kami," sebut Gerrard yang dilansir AFP.

"Stevie G"—julukan Gerrard—mengaku dekat dengan Rooney. Itu sebabnya ia bisa bilang seperti itu.

"Ia pemain kelas dunia. Aku akrab dengannya dan aku dapat melihat di matanya ia tak sabar ingin turun gelanggang," lanjut gelandang yang juga skipper Liverpool itu.

Gerrard tak mau memanas-manasi, tetapi ia memiliki alasan mengapa berkata demikian.

"Kami membutuhkan Rooney di lapangan. Ia tahu itu. Ia juga menyesali tindakannya tahun lalu. Aku yakin ia akan berperilaku lebih baik dan menampilkan performa terbaiknya bagi tim," ujar Gerrard.

Sebelumnya, Roy Hodgson berjanji akan menurunkan Rooney dalam pertandingan terakhir Grup C di Stadion Donbass Arena. Rencananya, striker Manchester United itu akan mengisi posisi Andy Carroll atau Danny Welbeck.

Sudah sepantasnya Ukraina waspada. Ekstrawaspada.
source

Sunday, June 17, 2012

Sempurna!



LVIV, KOMPAS.com — Jual beli serangan terjadi antara Jerman dan Denmark sejak menit pertama laga di Lviv Arena, Ukraina, Senin (18/6/2012) dini hari. Tetapi, anak-anak asuhan Morten Olsen mesti mengakui kesempurnaan racikan Joachim Loew dalam pertandingan penutup Grup B.

Jerman unggul 2-1 (1-1) atas Denmark. Hasil itu mengukuhkan "Der Panzer" di takhta Grup B Euro 2012.

Selanjutnya Mesut Oezil dan kawan-kawan bakal menghadapi Yunani pada laga perempat final. Namun, Yunani pantas khawatir dengan catatan sempurna Jerman selama tiga laga terakhir.

Bukan hanya belum pernah kalah di grup neraka, Jerman juga tidak pernah main imbang. Mereka hanya mengenal kemenangan.

Nafsu tinggi mencundangi lawan itu juga yang langsung menyengat begitu Mesut Oezil dan kawan-kawan memasuki lapangan saat menghadapi Denmark. Nuansa serangan ala Real Madrid yang dibawa Oezil dan Sami Khedira melengkapi legiun Bayern Muenchen dalam tubuh Jerman.

Sementara di Denmark, penyerang dari Arsenal, Nicklas Bendtner, menjadi yang paling agresif di lini depan. Namun, organisasi permainan Jerman yang efisien sudah mengubur upaya tim "Dinamit" pada menit ke-19.

Lukas “Poldi” Podolski membobol gawang Denmark setelah menerima umpan datar Mario Gomez. Gol itu seolah menjadi perayaan sepanjang 100 kali penampilan internasional Poldi yang kini bermain untuk Arsenal.

Lima menit kemudian giliran Denmark membalas lewat sundulan Michael Krohn-Dehli. Gol ini tercipta berkat umpan matang Bendtner.

Pada menit ke-64, Podolski keluar digantikan Andre Schuerrle. Loe juga kembali mengubah strategi dengan menarik Gomez dan menggantikannya dengan Miroslav Klose pada menit ke-73.

Melihat serangan-serangan yang dibangun cenderung monoton, Olsen menarik keluar Niki Zimling pada menit ke-79. Ia menukarnya dengan gelandang yang kini merumput untuk Evian Thonon Gaillard, Christian Poulsen.

Akan tetapi, tujuh menit kemudian, justru pemain Bayer Leverkusen, Lars Bender, yang memastikan kedigdayaan Der Panzer. Tendangan mendatar kaki kanannya merobek gawang Denmark yang dikawal Stephan Andersen.

Gol itu merupakan pembuktian Bender. Selain memastikan timnya unggul, gol itu adalah yang pertama kali dilesakkan Bender dalam laga internasionalnya.

Bender dimainkan Loew menggantikan Jerome Boateng. Adapun Boateng tidak boleh bertanding setelah menerima kartu kuning dalam laga sebelumnya ketika menaklukkan Belanda 2-1.

Dua menit setelah gol itu, Olsen menarik keluar Jakob Poulsen dan menukarnya dengan penyerang Tobias Mikkelsen. Namun, masuknya tukang gedor yang merumput di Nordsjaelland ini tidak banyak membantu di lini depan.

Sementara di sisi lain, Loew menukar Thomas Mueller dengan Toni Kroos guna memperkuat pertahanan.

Anak-anak asuhan Olsen terus mencoba peruntungan terakhir, tetapi keperkasaan Jerman tetap hingga waktu berakhir.

“Pertandingan berlangsung dengan ketat, seperti yang sudah kami perkirakan sebelumnya,” kata Loew. Ia mengatakan, naluri para pemainnya untuk menaklukkan lawan seolah tumpul pada babak pertama dan membuat Denmark mampu mencetak gol.

Namun, arsitek tim Dinamit, Morten Olsen, bangga dengan para pemainnya. "Kami harus kecewa, tetapi saya tidak kecewa dengan tim saya," katanya. source

Thursday, June 14, 2012

Buffon: Itu Satu-satunya Kesalahan Italia


 

POZNAN, KOMPAS.com — Kiper Italia, Gianluigi Buffon, menilai timnya hanya melakukan satu kesalahan dan Kroasia berhasil memanfaatkan hal itu untuk mencetak gol pada laga kedua Grup C, di Municipal Stadium Poznan, Kamis (14/6/2012), yang berakhir 1-1.

"Menurutku, kami bermain dengan baik, melakukan segalanya untuk menang. Kami seharusnya mendapat gol lebih banyak dari peluang-peluang yang kami ciptakan di babak pertama," ujar Buffon.

"Ini hasil yang tidak bagus, mengingat kami bertahan dengan sangat baik, tetapi mereka menghukum kami saat kami melakukan satu-satunya kesalahan pada laga tadi. Meski begitu, aku menilai kami bermain dengan baik. Kami hanya perlu lebih tajam dan berusaha menang setiap punya kesempatan," tambahnya.

Italia unggu lebih dulu melalui Andrea Pirlo pada menit ke-39. Gol Kroasia dicetak Mario Mandzukic pada menit ke-72, memanfaatkan umpan silang Ivan Strinic, yang gagal dihalau bek Giorgio Chiellini.

Menurut catatan UEFA, selama pertandingan, Italia menguasai bola sebanyak 52 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 15 usaha. Adapun Kroasia melepaskan delapan tembakan akurat dari 10 percobaan.

Dengan hasil 1-1 itu, Italia duduk di peringkat ketiga dengan dua poin. Mereka kalah dua angka dari Spanyol dan Kroasia di peringkat pertama dan kedua.

Pada laga terakhir, Italia akan bertemu Irlandia, 18 Juni mendatang.
Source

Wednesday, June 13, 2012

'Denmark Kebobolan Gol Bodoh'

 Lviv - Denmark harus menelan kekalahan menyakitkan dengan skor 2-3 dalam laga kontra Portugal. Kapten Denmark, Daniel Agger, menyebut timnya kalah karena kebobolan gol-gol bodoh.

Berlaga di Arena Lviv, Kamis (14/6/2012) dinihari WIB, Denmark tertinggal dua gol lebih dulu setelah A Seleccao mencetak gol lewat Pepe dan Helder Postiga. Mereka kemudian bisa menyamakan kedudukan setelah Nicklas Bendtner mengemas sepasang gol ke gawang Portugal yang dikawal oleh Rui Patricio.

Namun, tiga menit sebelum waktu normal habis, petaka untuk Denmark terjadi. Pemain pengganti Portugal, Silvestre Varela, melepaskan tembakan mematikan di dalam kotak penalti tanpa bisa dibendung kiper Stephan Andersen.

"(Kelalahan) itu membuat frustrasi dan saya pikir, kami layak untuk mendapatkan hasil lebih baik. Kami bermain bagus," aku Agger di situs resmi UEFA.

"Kami kebobolan beberapa gol bodoh, terutama setelah kami menyamakan kedudukan 2-2. Dengan tiga sampai empat menit tersisa, kami tidak bisa bersikap naif di level ini --Anda mendapatkan hukuman di level ini," ujar pemain Liverpool ini.
source


Thursday, June 7, 2012

Hadapi Belanda, Denmark Harapkan Keberuntungan


 
Kolobrzeg - Denmark akan menghadapi Belanda di fase grup di Piala Eropa 2012. Menghadapi salah satu tim favorit, Denmark berharap dinaungi dewi fortuna.

Denmark dan Belanda tergabung di Grup B bersama dengan Jerman dan Portugal. Keduanya akan saling berhadapan di laga pembuka Grup B pada Sabtu (9/6/2012) mendatang.

Di atas kertas, Oranje lebih diunggulkan daripada Tim Dinamit. Meski demikian, Nicklas Bendtner dkk. menolak untuk menyerah.

"Ini adalah pertandingan melawan salah satu favorit di turnamen ini dari sudut pandang kami, jadi tentu Belanda adalah favorit. Tapi itu tak berarti kami akan lempar handuk dan mengatakan kami tidak punya peluang," ujar pelatih Denmark, Morten Olsen di situs resmi UEFA.

"Kami akan mencoba untuk meraih kesempatan dengan kedua tangan kami."

Menghadapi tim yang lebih diunggulkan, Denmark sadar jika mereka tak boleh membuat kesalahan dalam permainan. Meski demikian, mereka juga berharap dinaungi keberuntungan.

"Kami harus sukses dalam permainan dan tentu butuh sedikit keberutungan, apakah itu dari wasit, cedera, atau bola yang membentur tiang atau tidak."

"Melawan Belanda mungkin kami butuh sedikit keberuntungan daripada melawan yang lainnya di grup kami. Tapi itulah yang harus kami harapkan," tukasnya.
Source

Wednesday, June 6, 2012

Kalah di Laga Pertama, Mimpi Inggris Bisa Langsung Kandas


 
 
Jakarta - Inggris menghadapi Prancis di laga perdananya di Piala Eropa 2012. Jika langsung kalah dalam pertandingan tersebut, mimpi The Three Lions untuk bisa berprestasi bisa langsung kandas.

Demikian diungkapkan mantan gelandang Prancis yang juga lama bermain di Premier League, Patrick Vieira. Kalah di laga pertama sebuah turnamen besar disebutnya bisa menghancurkan kepercayaan diri seluruh tim.

"Tim yang kalah di pertandingan itu (Prancis vs Inggris) akan ada dalam masalah besar — dan saya harap itu adalah Inggris," sahut Evra di The Sun.

Laga Prancis vs Inggris akan digelar Senin (11/6/2012) mendatang pukul 23.00 WIB dan disiarkan langsung oleh RCTI.

Menghadapi laga tersebut kekuatan The Three Lions memang tengah timpang. Selain cedera Jack Wilshere, Gareth Barry, Frank Lampard dan Gary Cahill, Inggris tak diperkuat Wayne Rooney yang masih dalam periode hukuman dari UEFA.

"Tim yang menang akan punya kepercayaan diri yang sangat tinggi. Jika Prancis mengalahkan Inggris mereka akan berkata ‘Kami mengalahkan sebuah negara besar sepakbola dalam sebuah turnamen besar’."

"Apa yang terpenting adalah membentuk kepercayaan diri itu. Saya pikir yang kalah akan sangat sulit untuk bisa bangkit," tuntas mantan pemain Arsenal dan Manchester City itu.

Setelah menghadapi Prancis, lawan berikutnya yang dihadapi Inggris adalah Swedia pada 15 Juni dan berlanjut dengan pertandingan kontra Ukraina di 19 Juni.
Source

Monday, June 4, 2012

Hazard ke Chelsea atas Saran Joe Cole



London - Keputusan Eden Hazard untuk berlabuh di Chelsea tak lepas dari saran rekan setimnya di Lille, Joe Cole. Cole menyebut bahwa Chelsea adalah klub yang tepat untuk Hazard.

Cole sendiri bukan pemain yang asing bagi Chelsea. Ia pernah membela The Blues selama tujuh tahun, yaitu pada tahun 2003/2010. Cole kemudian dilepas ke Liverpool pada bursa transfer musim panas tahun 2010.

Hazard mengaku jika keputusannya untuk memilih Chelsea juga tak lepas dari saran Cole. Kini setelah memutuskan untuk berlabuh di Stamford Bridge di musim depan, Hazard menyebut jika saran Cole tidaklah salah.

"Aku berbicara pada Joe Cole dan apa yang dia katakan adalah Chelsea klub yang tepat untukku," ujar Hazard di situs resmi Chelsea.

"Sebagai seseorang yang mencintai klub, dia berkata dia benar-benar melihat saya pantas berseragam Chelsea, jadi saat aku bertemu lagi dengannya nanti aku akan katakan bahwa dia benar."

Hazard juga mengakui jika ada beberapa klub yang tertarik padanya. Meski memilih Chelsea bukan keputusan yang mudah, gelandang serang berusia 21 tahun itu merasa sudah mengambil keputusan yang tepat.

"Benar bahwa ada beberapa klub yang tertarik padaku. Ini adalah keputusan yang sulit dengan banyak faktor yang terlibat," imbuh pemain asal Belgia ini.

"Tapi fakta bahwa mereka punya pemain yang hebat dan juara Eropa, juga datang ke London, aku sudah tahu beberapa orang di sini dan ada yang berbicara bahasa Prancis, aku pikir aku sudah membuat keputusan yang tepat," tutupnya.
Source

Sunday, June 3, 2012

Mertens Minta Maaf kepada Cahill



BRUSSEL, KOMPAS.com - Gelandang serang tim nasional Belgia, Dries Mertens, meminta maaf kepada bek andalan tim nasional Inggris, Gary Cahill, atas insiden yang terjadi pada laga persahabatan Inggris melawan Belgia, Sabtu (2/6/2012). Pada pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Inggris itu, Cahill mengalami cedera retak tulang dagu akibat bertabrakan dengan rekannya yang juga kiper Inggris, Joe Hart. Namun, awal mula tabrakan akibat ada dorongan dari Mertens.

"Saya dengan tulus meminta maaf karena telah merugikan Cahill. Saat situasi panas seperti itu, kadang Anda sering tidak berpikir tentang konsekuensi. Saya berharap Cahill baik-baik saja," jelas Mertens di akun jejaring sosialnya.

Pelatih "The Three Lions", Roy Hodgson, akhirnya memutuskan untuk mengganti Cahill dengan bek Liverpool, Martin Kelly. Belum dapat dipastikan mengenai kemungkinan lama absennya pemain Chelsea itu. Setelah mengetahui Cahill tak bisa berlaga di Ukraina dan Polandia, Mertens menjelaskan awal mula kejadian tersebut.

"Kejadian itu sebuah kecelakaan yang tidak disengaja. Dia (Cahill) menghalangi saya dan kepalanya menabrak bahu Hart. Tetapi, tidak ada kebencian saya melakukan hal itu," papar Mertens seperti yang dilansir Daily Mail.

"Tentu, saya merasakan apa yang dialaminya. Jika berada dalam posisinya, mendapatkan cedera sepekan sebelum Piala Eropa, saya merasa sangat sedih. Itu sebuah musibah dan saya meminta maaf dia tidak bisa pergi (ke Piala Eropa)," lanjut pemain PSV Eindhoven itu.
Source