JAKARTA, KOMPAS.com - Penanggung Jawab timnas, Benhard
Limbong, menyatakan pihaknya sudah melayangkan surat kepada AFC dan FIFA
terkait diperbolehkannya Safee Sali bermain di timnas nasional
Malaysia. Padahal, ujar Limbong, Safee juga berstatus sama dengan pemain
Indonesia yang tak boleh bermain karena bermain di liga tidak resmi,
yaitu Indonesia Super League (ISL).
Perlu diketahui, Safee
bermain saat Malaysia menjalani laga ujicoba melawan Filipina, 29
Februari lalu. PSSI merasa ada diskriminasi dengan fakta tersebut.
Sebab, Safee yang bermain di ISL diperbolehkan bermain oleh AFC dan FIFA
sementara pemain Indonesia yang ada di liga tersebut tidak boleh.
"Kami
juga mempertanyakan kepada AFC dan FIFA kenapa bisa demikian (Safee
bisa bermain). Kami juga marah ke AFC dan FIFA," ujarnya kepada
wartawan.
"Kenapa hanya kami yang mendapat surat (pelarangan
tersebut). Kami akan melakukan investigasi internal dan eksternal. Kalau
internal, ya kami yang harus melakukan penyelidikan. Kalau eksternal
itu artinya AFC dan FIFA," lanjut pria berpangkat Jenderal tersebut
Indonesia
sendiri harus menelan malu karena kebijakan FIFA tersebut. Sebab,
dengan tak bisa memainkan pemain di ISL, timnas hanya menurunkan pemain
"seadanya" saat menghadapi Bahrain dalam laga terakhir babak ketiga
kualifikasi Piala Dunia 2014, 29 Februari lalu. Hasilnya, "Skuad Garuda"
dibantai 0-10 oleh Bahrain. Source

No comments:
Post a Comment