Tuesday, February 28, 2012

Milan dan Juve imbang di tengah kontroversi gol Minggu, 26 Februari 2012 06:43 WIB | 1354 Views ilustrasi Massimo Ambrosini untuk AC Milan (FOTO ANTARA/REUTERS/Giorgio Perottino ) Berita Terkait Allegri, "kita butuh perubahan" AC Milan kembali ke puncak AC Milan kembali ke puncak setelah kalahkan Cesena Milan lebih termotivasi hadapi Cesena ketimbang Arsenal Seedorf cedera Video Terkait [Indonesia Gagal Tundukan Malaysia] Indonesia Gagal Tundukan ... Milan (ANTARA News) - Gol di menit-menit akhir pemain pengganti, Alessandro Matri, membuat Juventus meraih hasil imbang 1-1 menghadapi pemuncak klasemen Liga Italia, AC Milan, Sabtu (Minggu dini hari WIB), pada pertandingan yang dibayang-bayangi kontroversi garis gawang. Juara musim lalu, Milan, yang memimpin sejak menit ke-14 berkat gol Antonio Nocerino, masih unggul satu poin atas Juventus yang berhasil menjaga rekor tidak terkalahkannya musim ini. Namun, Juventus masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Pembicaraan terbesar adalah keputusan ofisial pertandingan untuk tidak memberi Milan satu gol, ketika tandukan Sulley Muntari pada menit ke-25 terlihat jelas telah melewati garis gawang Juventus. Namun wasit berpendapat bahwa saat itu tidak terjadi gol. Hal tersebut merupakan kekeliruan yang memalukan, bagaimanapun, wasit mengimbanginya dengan tidak mensahkan `gol` Matri dengan alasan offside saat pertandingan tinggal menyisakan waktu 11 menit, yang secara terpisah terlihat sebagai keputusan yang cukup kejam. "Insiden itu tentu saja memalsukan hasil (pertandingan). Entah garis (gawang) tersebut digambar dengan salah atau agak terlalu besar," kata pelatih Milan, Massimiliano Allegri. "Tidak perlu melihat tayangan ulang. Hal itu sangat jelas dari semua sudut stadion." Milan melakukan start agresif meski mereka tidak diperkuat beberapa pemain utama, serta absennya Zlatan Ibrahimovic, yang terkena sanksi larangan bermain, dan bukan kejutan ketika Nocerino berhasil membuat timnya memimpin. Gelandang tersebut dua kali terbantu atas upaya bek Juventus, Leonardo Bonucci, yang memberi kesempatan pada Nocerino dengan tidak menguasai bola dengan baik serta membelokkan bola yang membuat kiper Gianluigi Buffon tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan gawangnya. Setelah unggul, tuan rumah terus menekan dan seharusnya mendapatkan gol kedua pada menit ke-25, ketika gelandang Ghana, Muntari, menyundul bola rebound, di saat Buffon memblok tandukan Phillipe Mexes. Tayangan ulang memperlihatkan bahwa bola telah memasuki gawang setidaknya sebanyak setengah meter, sebelum Buffon menariknya keluar. Namun wasit memutuskan permainan harus terus dilakukan, dan Christian Abbiati melakukan penyelamatan bagus dengan menepis tembakan pemain Juventus, Marcelo Estigarribia, yang berpeluang menyamakan kedudukan. "Itu adalah gol hebat. Hanya saja wasit tidak melihatnya," kata penyerang Milan, Robinho, kepada Sky television, saat turun minum. Milan cukup dominan, mereka menekan Juventus dengan kuat saat menguasai bola dan selalu terlihat menggungguli duel perebutan bola, dengan Robinho yang menebar ancaman lewat pergerakannya dengan konsisten. Mark van Bommel berpeluang menggandakan keunggulan timnya, namun sepakannya melebar pada tiga menit sebelum turun minum. Phillipe Mexes beruntung tidak diusir wasit setelah pertandingan dimulai kembali, ketika wasit tidak melihat dirinya meninju Marco Borriello pada insiden tanpa bola. Sang juara bertahan meneruskan tekanan mereka, sampai Juventus kembali ke pertandingan, dengan Abbiati yang harus menghentikan tembakan jarak jauh Fabio Quagliarella pada menit ke-69. Matri berhasil mengobati kekecewaan setelah golnya tidak disahkan wasit, dengan mencetak gol penyeimbang kedudukan saat pertandingan tinggal menyisakan tujuh menit. Pada menit ke-89, gelandang Juventus, Arturo Vidal, diusir keluar lapangan oleh wasit. Pada pertandingan Sabtu sebelumnya, penyerang Argentina, Rodrigo Palacio mencetak dua gol saat Genoa bermain imbang 2-2 di kandang sendiri atas Parma, setelah Massimo Gobbi dan Sergio Floccari membawa tim tamu unggul 0-2. Peserta Liga Champions, Napoli, yang saat ini berada pada peringkat keenam, menjamu Inter Milan pada pertandingan besar lainnya di akhir pekan pada Minggu. Pelatih inter, Claudio Ranieri, sedang berada di bawah tekanan setelah tim asuhannya kalah enam kali dari tujuh pertandingan terakhir. Tim peringkat ketiga, Udinese, akan bertandang ke Bologna, sedangkan tim peringkat keempat, Lazio, berhadapan dengan Fiorentina di Roma, setelah klub tersebut menolak pengunduran diri pelatih Edoardo Reja pada Rabu, demikian AFP.

>(ANTARA News) - Gol di menit-menit akhir pemain pengganti, Alessandro Matri, membuat Juventus meraih hasil imbang 1-1 menghadapi pemuncak klasemen Liga Italia, AC Milan, Sabtu (Minggu dini hari WIB), pada pertandingan yang dibayang-bayangi kontroversi garis gawang. Juara musim lalu, Milan, yang memimpin sejak menit ke-14 berkat gol Antonio Nocerino, masih unggul satu poin atas Juventus yang berhasil menjaga rekor tidak terkalahkannya musim ini. Namun, Juventus masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Pembicaraan terbesar adalah keputusan ofisial pertandingan untuk tidak memberi Milan satu gol, ketika tandukan Sulley Muntari pada menit ke-25 terlihat jelas telah melewati garis gawang Juventus. Namun wasit berpendapat bahwa saat itu tidak terjadi gol. Hal tersebut merupakan kekeliruan yang memalukan, bagaimanapun, wasit mengimbanginya dengan tidak mensahkan `gol` Matri dengan alasan offside saat pertandingan tinggal menyisakan waktu 11 menit, yang secara terpisah terlihat sebagai keputusan yang cukup kejam. "Insiden itu tentu saja memalsukan hasil (pertandingan). Entah garis (gawang) tersebut digambar dengan salah atau agak terlalu besar," kata pelatih Milan, Massimiliano Allegri. "Tidak perlu melihat tayangan ulang. Hal itu sangat jelas dari semua sudut stadion." Milan melakukan start agresif meski mereka tidak diperkuat beberapa pemain utama, serta absennya Zlatan Ibrahimovic, yang terkena sanksi larangan bermain, dan bukan kejutan ketika Nocerino berhasil membuat timnya memimpin. Gelandang tersebut dua kali terbantu atas upaya bek Juventus, Leonardo Bonucci, yang memberi kesempatan pada Nocerino dengan tidak menguasai bola dengan baik serta membelokkan bola yang membuat kiper Gianluigi Buffon tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan gawangnya. Setelah unggul, tuan rumah terus menekan dan seharusnya mendapatkan gol kedua pada menit ke-25, ketika gelandang Ghana, Muntari, menyundul bola rebound, di saat Buffon memblok tandukan Phillipe Mexes. Tayangan ulang memperlihatkan bahwa bola telah memasuki gawang setidaknya sebanyak setengah meter, sebelum Buffon menariknya keluar. Namun wasit memutuskan permainan harus terus dilakukan, dan Christian Abbiati melakukan penyelamatan bagus dengan menepis tembakan pemain Juventus, Marcelo Estigarribia, yang berpeluang menyamakan kedudukan. "Itu adalah gol hebat. Hanya saja wasit tidak melihatnya," kata penyerang Milan, Robinho, kepada Sky television, saat turun minum. Milan cukup dominan, mereka menekan Juventus dengan kuat saat menguasai bola dan selalu terlihat menggungguli duel perebutan bola, dengan Robinho yang menebar ancaman lewat pergerakannya dengan konsisten. Mark van Bommel berpeluang menggandakan keunggulan timnya, namun sepakannya melebar pada tiga menit sebelum turun minum. Phillipe Mexes beruntung tidak diusir wasit setelah pertandingan dimulai kembali, ketika wasit tidak melihat dirinya meninju Marco Borriello pada insiden tanpa bola. Sang juara bertahan meneruskan tekanan mereka, sampai Juventus kembali ke pertandingan, dengan Abbiati yang harus menghentikan tembakan jarak jauh Fabio Quagliarella pada menit ke-69. Matri berhasil mengobati kekecewaan setelah golnya tidak disahkan wasit, dengan mencetak gol penyeimbang kedudukan saat pertandingan tinggal menyisakan tujuh menit. Pada menit ke-89, gelandang Juventus, Arturo Vidal, diusir keluar lapangan oleh wasit. Pada pertandingan Sabtu sebelumnya, penyerang Argentina, Rodrigo Palacio mencetak dua gol saat Genoa bermain imbang 2-2 di kandang sendiri atas Parma, setelah Massimo Gobbi dan Sergio Floccari membawa tim tamu unggul 0-2. Peserta Liga Champions, Napoli, yang saat ini berada pada peringkat keenam, menjamu Inter Milan pada pertandingan besar lainnya di akhir pekan pada Minggu. Pelatih inter, Claudio Ranieri, sedang berada di bawah tekanan setelah tim asuhannya kalah enam kali dari tujuh pertandingan terakhir. Tim peringkat ketiga, Udinese, akan bertandang ke Bologna, sedangkan tim peringkat keempat, Lazio, berhadapan dengan Fiorentina di Roma, setelah klub tersebut menolak pengunduran diri pelatih Edoardo Reja pada Rabu, demikian AFP.Source

No comments:

Post a Comment